Foto: Ilustrasi saat LDII menerima delegasi dari Jepang (paling kanan Satoshi Miyajima)

MLIFE.ID – Saat ini ada sekitar 250 ribu orang yang menjadi tenaga magang di Jepang. Dalam lima tahun ke depan, Jepang membutuhkan 350 ribu tenaga kerja magang lagi sehingga totalnya ada 600 ribu kebutuhan tenaga kerja. Dari jumlah itu, jumlah pemagang dari Indonesia hanya 8 (delapan) persen.

“Padahal Indonesia memiliki SDM yang banyak, sementara kondisi sosial ekonomi di Jepang perlu tenaga kerja yang lebih banyak, maka perlu dijembatani dengan baik,” ujar Presiden Direktur OS Selna Jaya, Satoshi Miyajima, pekan lalu.

Satoshi mengutarakan hal itu di sela acara peresmian Lembaga Bantuan Teknologi  Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LBT LDII) di wilayah Kali Malang (19/6/2019). LBT merupakan lembaga yang memfasilitasi pemuda Indonesia untuk magang ke luar negeri. Harapannya, ketika mereka kembali dari Jepang, mereka menguasai teknologi Jepang untuk dikembangkan di Indonesia.

“Saya tertarik bekerja sama dengan LBT (Lembaga Bantuan Teknologi) karena memiliki koneksi dan jaringan yang luas,” jelas Satoshi Miyajima yang dilansir laman ldii.or.id.

Miyajima berpendapat, LBT dan OS Selna Jaya perlu membangun sistem yang sesuai dengan kebutuhan agar lebih luas pasarnya. Ia turut memohon bantuan agar dapat merekrut para pemuda yang berkualitas di Indonesia. Ia berharap agar anak-anak Indonesia bisa mendapat kesempatan bekerja lebih banyak.

Pada acara yang sama, Ketua DPP LDII, Prasetyo Sunaryo, menyatakan bahwa LBT siap memberikan  kesempatan bagi pemuda Indonesia untuk bekerja dn magang di Jepang. “Jepang merupakan negara yang memiliki teknologi tinggi dalam proses produksi. Makin banyak pemuda Indonesia yang ke Jepang, mereka bisa belajar banyak dalam hal teknologi,” papar Prasetyo.

Prasetyo mengutarakan bahwa setiap negara bila ingin maju membutuhkan teknologi. Untuk menjadi negara maju setiap negara memerlukan empat hal: inovasi, teknologi SDM, teknologi alat, dan teknologi kelembagaan.

“LBT saat ini fokus pada pengembangan teknologi perikanan. Ke depan akan ada kerja sama teknologi di berbagai bidang khususnya konstruksi,” ujar Prasetyo.

Acara peresmian kantor LBT itu dihadiri oleh anggota Komisi IV DPR RI Efendi Sianipar. Ia menyatakan, kerja sama LBT dan OS Selna Jaya merupakan angin segar bagi pemerintah dalam membuka peluang kerja. Menurutnya, kerja sama internasional dapat ditindaklanjuti dan tugas pemerintah untuk memfasilitasi.

“Saya membidangi kelautan, pertanian, dan perikanan. Dengan banyaknya tenaga magang di bidang pertanian dan perikanan di Jepang maka semakin baik pula SDM kita,” kata Effendi.

Menurut Effendi program ini membantu pemerintah, yang pada 2020 memprioritaskan peningkatan kualitas SDM. Ia berharap kerja sama LBT dan OS Selna Jaya meningkatkan transfer SDM dan teknologi.@

.

 

109 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY