MLIFE – Kota Sawahlunto calon warisan dunia. Adalah Wali Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, Deri Asta yang mengungkapkan hal tersebut. Menurutnya, ia akan menghadiri sidang Komite Warisan Dunia ke-43 yang akan diadakan pada 29 Juni-10 Juli 2019 di Azerbaijan, menyusul masuknya Kota Sawahlunto sebagai calon situs warisan dunia oleh UNESCO.

“Sebelumnya setiap negara mengajukan situs-situsnya yang ingin dijadikan kawasan warisan dunia ke UNESCO termasuk Indonesia dan Kota Sawahlunto ikut didaftarkan dengan tema Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto,” katanya di Sawahlunto, Sumatera Barat, kemarin.

Ia mengatakan UNESCO sebagai lembaga yang bertanggungjawab untuk penilaian sudah melakukan penelitian dengan tim yang ditunjuk bernama ICOMOS.

Informasi terakhir dari pihak ICOMOS, tema Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto secara syarat administrasi sudah lengkap, dan sekarang tinggal penetapan lewat sidang.

Lolos tidaknya Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto dalam warisan dunia akan ditentukan pada sidang ke 43 komite warisan dunia tersebut.

Ia menambahkan sidang ke 43 Komite Warisan Dunia ini pemegang hak suara atau hak vetonya ada pada 21 negara, tapi dari 21 negara pemegang hak suara itu ketika bersidang negara yang mengajukan tidak dibolehkan ikut agar penilaian berlangsung objektif.

“Jadi Indonesia sebagai salah satu negara tidak mempunyai hak suara nanti ketika situs yang diajukan dari negara kita dinilai,” katanya.

Jika Sawahlunto berhasil ditetapkan sebagai warisan dunia akan berpengaruh kepada pariwisata, tingkat kunjungan wisatawan mancanegara akan lebih banyak, dan promosi pariwisata tidak lagi oleh Sawahlunto dan Sumatera Barat saja, tapi juga oleh UNESCO.

Kota Tua Terbaik

Bekas pintu pertambangan batubara

Kota Sawahlunto adalah salah satu kota di provinsi Sumatra Barat, Indonesia. Kota yang terletak 95 km sebelah timur laut kota Padang ini, dikelilingi oleh tiga kabupaten di Sumatra Barat, yaitu kabupaten Tanah Datar, kabupaten Solok, dan kabupaten Sijunjung.

Kota ini memiliki luas 273,45 km² yang terdiri dari empat kecamatan dengan jumlah penduduk lebih dari 54.000 jiwa. Pada masa pemerintah Hindia Belanda, kota Sawalunto dikenal sebagai kota tambang batu bara. Kota ini sempat mati, setelah penambangan batu bara dihentikan.

Saat ini kota Sawahlunto berkembang menjadi kota wisata tua yang multi etnik, sehingga menjadi salah satu kota tua terbaik di Indonesia. Di kota yang didirikan pada tahun 1888 ini, banyak berdiri bangunan-bangunan tua peninggalan Belanda. Sebagian telah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh pemerintah setempat dalam rangka mendorong pariwisata dan mencanangkan Sawahlunto menjadi “Kota Wisata Tambang yang Berbudaya”.

Kota Lama (pertambangan batubara) Sawahlunto merupakan kawasan cagar budaya yang terletak di lembah yang dikelilingi perbukitan dalam jajaran Bukit Barisan. Wilayah ini terbentang seluas 89,71 hektar, yang meliputi tiga kecamatan yakni Kecamatan Segar, Barangin, dan Kecamatan Silungkang.

Sawahlunto pernah berjaya hampir seabad sebagai kawasan tambang batubara. Pada awal abad ke-20, Sawahlunto berubah menjadi kota tambang yang terdiri dari lima area. Kelima area itu adalah industri, bisnis dan perdagangan, hunian, administrasi pemerintahan, serta fasilitas kesehatan.

Perkembangan kota ini dimulai sejak ditemukannya tambang batubara oleh para ahli geologi Pemerintah Hindia Belanda pada akhr abad ke-19. Pada tahun 1868, ahli geologi WH. de Greve. De Greve menemukan adanya potensi besar kandungan batubara di tepi sungai Ombilin.

Setelah penemuan, Pemerintah Hindia Belanda kemudian melakukan aktivitas hingga pada 1891, penambangan pertama dilakukan di Desa Sungai Durian. Setahun sesudahnya, produksi pertama dari tambang ini menghasilkan sebanyak 47.833 ton batubara.

Perusahaan tambang batubara Ombilin merupakan satu-satunya di Hindia Belanda. Hingga tahun 1930-an produksi batubara Sawahlunto telah memenuhi 90 persen kebutuhan energi di Hindia Belanda.

Dengan perkembangan infrastruktur dan pertumbuhan sarana industri pertambangan, Sawahlunto menjadi kota besar di pantai barat Sumatera setelah Padang waktu itu.

Namun, kota ini juga pernah kehilangan harapan saat tambang yang menopang kehidupan kota terus merosot, puncaknya pada 1988. Kondisi itu membuat kota ini pernah dijuluki kota mati. Hingga akhirnya, sejumlah pihak menawarkan ide untuk memanfaatkan apa yang tersisa dari kegiatan tambang, terutama bangunan-bangunan tua peninggalan Belanda.

Goedang Ransoem.

Kemudian lahirlah Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2001 tentang Visi Misi Kota Sawahlunto. Dengan adanya perda ini, kawasan kota tua Sawahlunto kemudian diubah menjadi wisata tambang.

Wilayah yang sebelumnya kosong dan tertinggal kini dibenahi, sedangkan sisa kegiatan tambang dikelola agar menjad tujuan wisata. Selain itu, bangunan-bangunan di sekitar tambang yang sudah menjadi cagar budaya dimanfaatkan untuk menarik pengunjung.

Kota tua Sawahlunto juga menawarkan wisata sejarah di beberapa obyek penting. Salah satunya adalah gudang ransum.

Bangunan ini dulunya digunakan sebagai tempat memasak makanan bagi ribuan kuli, termasuk orang-orang rantai, sebutan untuk narapidana dan tahanan politik yang dipekerjakan sebagai kuli penambang batu bara.

Bangunan ini kemudian beralih menjadi museum yang dinamakan Goedang Ransoem. Di tempat ini catatan sejarah mengenai dapur umum masih tersimpan.

Selain itu terdapat obyek bersejarah lainnya yang menjadi bangunan cagar budaya seperti Lubang Tambang Mbah Soeroe. Lubang bekas pertambangan ini terkenal karena digunakan sebagai jalan keluar masuk pekerja tambang dan batubara yang dihasilkan.

Kini Kota Sawahlunto menjadi kandidat situs warisan dunia. Sebelumnya UNESCO telah menetapan delapan situs di Indonesi yang menjadi warisan dunia sebagai berikut:

Kategori budaya

1. Candi Borobudur di Magelang
2. Sistem Irigasi Subak di Bali
3. Candi Prambanan di Yogyakarta
4. Situs Sangiran di Sragen

Kategori alam

1. Taman Nasional Komodo di Labuan Bajo
2. Taman Nasional Lorentz di Papua
3. Hutan hujan tropis Sumatera
4. Taman Nasional Ujung Kulon di Banten. @

Museum stasiun kereta api

26 total views, 3 views today

LEAVE A REPLY