MLIFE – Selebriti Deddy Corbuzier resmi menjadi seorang Muslim setelah mengucapkan dua kalimah syahadat, Jumat (21/6/2019) siang di masjid Al Mbejaji kompleks Ponpes Ora Aji, Tundan, Purwomartani, Kalasan, Sleman, DI Yogyakarta. Prosesi Deddy menjadi mualaf dibimbing langsung oleh Gus Miftah.

Gus Miftah atau Miftah Maulana Habiburrahman adalah seorang ulama, da’i, dan pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman, Yogyakarta. Gus Miftah juga dikenal sebagai ulama muda Nahdlatul Ulama yang fokus berdakwah bagi kaum marjinal, baik melalui dakwah di dalam maupun di luar pesantren.

Mualafnya Deddy menambah deretan panjang selebriti atau tokoh di Tanah Air yang berpindah kepercayaan menjadi Muslim. Fenomena beralih agama menjadi penganut Islam juga marak terjadi di berbagai belahan dunia, khususnya Amerika dan Eropa.

Bicara Eropa saja, misalnya, populasi Muslimnya terus meningkat,dan akan tumbuh dalam beberapa dekade mendatang. Pew Research Center menyebutkan, dari pertengahan 2010 hingga 2016 saja, penduduk Muslim di Eropa naik lebih dari 1 poin persentase, dari 3,8% menjadi 4,9% (dari 19,5 juta menjadi 25,8 juta).

Pada 2050, penduduk Muslim di benua biru bisa lebih dari dua kali lipat, naik menjadi 11,2% atau lebih, tergantung pada seberapa banyak migrasi diizinkan masuk ke Eropa.

Bahkan bila nanti migrasi secara permanen dihentikan, populasi muslim tetap masih akan naik ke sekitar 7,4%. Ini karena tingkat kesuburan penduduk Muslim di Eropa saat ini yang tinggi.

Demikian diungkapkanoleh Pew Research Center yang merupakan wadah pemikir nonpartisan Amerika Serikat yang berpusat di Washington, D.C. Pusat penelitian ini merilis informasi tentang tren isu sosial, opini publik, dan demografi di Amerika Serikat dan dunia.

Situs khusus religi yakni www.religionfacts.com menyebutkan bahwa populasi Muslim di seluruh dunia terus meningkat dengan pesat, meski secara umum memang jumlahnya masih kalah dibanding Kristen. Pada 2018 jumlah penduduk dunia sekitar 7,5 miliar. Dibagi menurut jumlah penganut agamanya, Kristen dua miliar lebih, Islam berkisar 1,5 miliar, dan ketiga adalah atheis sekuler kurang lebih 1,1 miliar.

Meningkatnya penganut Islam tersebut terjadi, antara lain, karena terus bertambahnya jumlah mualaf selain karena kelahiran (keturunan). Mualaf adalah sebutan bagi orang non-muslim yang mempunyai harapan masuk agama Islam atau orang yang baru masuk Islam.

Pertanyaan menarik yang muncul, apa yang menyebabkan masyarakat dunia mulai tertarik memeluk Islam (menjadi mualaf)? Pertanyaan ini yang kemudian menjadi bahan survei yang dilakukan Shannon Abulnasr, dalam makesurvey.net, beberapa tahun lalu seperti dilansir Republika Online.

Dari data yang diperoleh, persentase tertinggi, yakni 30 persen (21 orang) menyatakan hal pertama yang membuat mereka tertarik tentang Islam adalah ketika mereka bertemu dan berbicara dengan Muslim. Dari pertemuan ini, sebanyak 24.3 persen (17 orang) mengaku semakin tertarik mengetahui ajaran Islam.

Dari salah seorang responden, kata Shannon, diketahui ia sempat bertemu dengan seorang Muslim yang diajaknya berhubungan suami-istri. Pria itu menolak dengan menyatakan dirinya seorang Muslim. Responden ini kemudian bertanya, apa dan mengapa seorang Muslim menolak berhubungan suami-istri, hal yang sangat biasa di dunia Barat.

Selanjutnya, sekitar 24 persen (10 orang) responden mengaku tertarik pada Islam ketika melihat seorang Muslim melaksanakan shalat, ibadah haji, dan masjid.

“Salah seorang responden bahkan terkejut ketika dirinya tengah minum kopi dengan seorang Muslim, ketika waktu azan tiba, ia meminta izin kepada responden untuk melaksanakan shalat,” kata Shannon.

Alasan lain, sekitar 17.1 persen (12 orang) responden mengaku tertarik pada Islam ketika membaca Alquran dan literatur terntang Islam. Ini terjadi, ketika mereka mendengar dan membaca pemberitaan negatif tentang Islam dan Muslim.

Alasan terakhir, yakni 27.1 persen (19 orang) responden menyatakan ajaran keesaan Tuhan merupakan solusi dan jawaban atas kebingungan dengan konsep Ketuhanan yang dipaparkan dalam ajaran agama terdahulu, “Monoteisme murni adalah konsep paling logis yang memudahkan kalangan non-Muslim memahami ajaran Islam,” kata dia.

Secara umum, kata Shannon, apa yang dipaparkan para responden menunjukkan kalangan non-Muslim sangat memperhatikan perilaku Muslim. Ini merupakan dakwah secara tidak langsung yang menarik perhatian mereka. “Saya kira ketika Allah memberikan hidayah, itu dimulai dengan bagaimana seorang Muslim berperilaku. Jadi, seorang yang akan menjadi Muslim karena perilaku dan tindakan umat Islam sendiri,” kata dia.

Belajar lewat teman dan tamunya

Deddy Corbuzier sendiri mengaku menjadi mualaf karena pengaruh teman atau belajar dari pergaulannya. Semula banyak orang mengira dia pindah agama karena faktor pacarnya yang Muslim dan demi peningkatan kariernya.

Pesulap atau mentalis ini meminta kepada masyarakat untuk mencermati apa isi siaran televisinya (acara talkshow) ataupun siaran Youtube-nya. Di mana di acara yang dikawalnya tersebut sudah lebih dari satu atau dua tahun ini isinya adalah tentang Islam.

Di dalam acara tersebut, Deddy mengaku terus mengundang ustaz-ustaz termasuk Gus Miftah untuk mengisi acaranya. “Hampir dua tahun orang-orang yang saya undang untuk bicara agama. Itu adalah termasuk salah satunya usaha saya belajar Islam. Sebenarnya sudah hampir dua tahun tapi saya mulai tanya-tanya lebih dalam,” tambahnya.

Deddy pun mengungkapkan alasan mengapa ia memutuskan untuk pindah memeluk Agama Islam. Menurut Deddy, agama ini seperti pisau yang bisa digunakan secara positif dan negatif.

Kebetulan kata Deddy, dirinya bertemu orang yang tepat untuk berdialog tanpa memaksa yaitu Gus Miftah. Dari beberapa dialog, ia mulai mengerti jika Islam itu memberikan ketenangan. Hal tersebut langsung mampu membuang semua hal-hal negatif yang selama ini ada di dalam pikirannya.

“Karena kalau misalnya orang luar yang tidak tahu tentang agama Islam itu bilangnya keras bilangnya negatif tapi saya tidak melihat hal ini,” kata Deddy.

Kala itu, Gus Miftah datang ke rumah Deddy dan kebetulan tengah berpuasa. Gus Miftah datang ke rumahnya sembari membawa makanan. Dan Gus Miftah malah mempersilakan dirinya untuk makan.

Mulai sejak itu, perlahan-lahan Deddy mulai merasa bahwa Islam itu indah. Oleh karena itu, ketika ditanya kenapa karena dirinya masuk Islam, Deddy menandaskan karena dirinya mendapatkan bimbingan dari beberapa orang yang tepat, salah satunya Gus Miftah.

Ia membantah jika keputusan memeluk Islam karena ingin menikah. Ia menegaskan tidak akan mengubah agamanya hanya karena perempuan. Menurutnya, jika pindah agama karena akan menikah hal tersebut adalah sikap yang munafik.

“Saya tidak akan mengubah agama saya karena perempuan. Alhamdulillah bukan mengubah karena itu. Kalau saya buat keputusan karena itu, saya munafik,” ujarnya.

Gus Miftah mengamini yang dikatakan oleh Deddy tersebut. Gus Miftah menyebutkan langkah Deddy memeluk agama Islam bukan karena ingin menikah tetapi murni karena mendapat hidayah.

“Bahasa kita waktu itu cemen amat. Masak mau pindah agama karena hanya menikah,” ujar Gus Miftah.

Deddy Corbuzier nama lengkpnya Deodatus Andreas Deddy Cahyadi Sunjoyo. Ia adalah seorang mentalis, aktor, mentalis, pembawa acara, dan pelatih kebugaran. Pria keturunan Tionghoa kelahiran 28 Desember 1976 ini mengawali kariernya di dunia hiburan Indonesia sebagai seorang mentalis atau pesulap.

Dengan trik sulap yang unik dan riasan di wajahnya yang berbeda membuat ia dapat dengan cepat diakui sebagai magician berpengaruh di Indonesia. Profesionalisme dan konsistensinya dalam dunia sulap membuat ia dianugerahi salah satu penghargaan berkaliber internasional, Merlin Awards.

Seiring waktu, ia pun melebarkan sayapnya di dunia hiburan dengan mencoba seni akting dan dunia presenting. Kebiasaannya tampil di hadapan orang-orang banyak membuat ia tak kesulitan terjun ke dalam dunia seni peran. The Mentalist (2011), Sanubari Jakarta (2012), dan Triangle The Dark Side (2016) menjadi catatan filmnya sejauh ini.

Selain film-film tersebut, Deddy Corbuzier juga menjadi pembawa acara sukses di talkshow Hitam Putih. Pada pertengahan 2013, pria yang memiliki tinggi 181 cm ini membuat program kesehatan dengan “menciptakan” diet ala Deddy yang dia namakan OCD (Obsessive Corbuzier Diet) yang berbasis pada teknik Intermittent Fasting digabungkan dengan latihan HIIT (High Intensity Interval Training).

Suka kedamaian

Kabar tentang Deddy Corbuzier pindah agama menjadi topik hangat media mainstream maupun media sosial umumnya di Tanah Air. Berpindah keyakinan atau agama adalah  topik yang paling sensitif dan tentu jarang dibahas.

Orang-orang yang berpindah agama tentu punya alasan tersendiri, bahkan sudah mempelajari agama baru yang akan dipeluk sebelum meninggalkan kepercayaan lamanya. Lantas seperti apa alasan yang membuat seseorang pindah agama?

Seorang psikolog, Erna Marina M.Psi, membeberkan sisi psikologis seorang manusia yang membuat seseorang pindah agama. “Setiap orang pada dasarnya suka kedamaian, beberapa orang pindah agama karena merasa ada kedamaian dalam ilmu yang ia pelajari, atau saat melihat mereka melakukan tata cara ibadah dengan agama yang ia lakukan,” cetus Erna dalam wawanacara dengan Suara.com beberapa waktu lalu.

Erna menyebut faktor pernikahan paling banyak menjadi alasan untuk pindah agama karena menikah, terutama di Indonesia baru bisa dilakukan jika kedua belah pihak memlunyai agama yang sama

“Adakalanya pengaruh figur tertentu juga bisa. Atau mempunyai kepentingan tertentu bisa mendorong seseorang untuk pindah agama. Karakter seseorang sebenarnya sangat sulit untuk dipengaruhi, jadi jika tak ada keinginan, orang dengan karakter ini juga tidak ada jaminan untuk pindah agama. Orang dengan pendirian kuat bisa pindah agama karena mengalami sebuah peristiwa religius secara pribadi, menikmati kedamaianyang ia dapat, dan tentu pertolongan Tuhan,” tukasnya.

Takut pada hukuman hari akhir, dan penjelasan rasional biasanya menjadi motivasi yang lazim ditemukan dari cara-cara dalam menkonversi agama seseorang.

Banyak orang juga mengajak penganut agama lain untuk berpindah lantaran untuk menyenangkan Tuhan dengan menjaga sikap dan perilaku mereka.

Namun begitu, menurut Erna adakalanya instruksi untuk mengubah kepercayaan melalui ancaman, hukuman di hari kiamat ini malah akan mendorong terjadinya antipati pada mereka yang memiliki pikiran yang kuat.

Keberadaan sebuah figur otoritas yang dicontohkan Gus Miftah kepada Deddy Corbuzier disebut Erna menjadi salah satu tindakan baik yang memenuhi kebutuhan psikologis seseorang dengan adanya dorongan positif dari sang guru.

“Faktor lainnya yang membuat orang pindah agama adalah mereka melihat contoh sikap dari gurunya, atau melihat kehidupan orang yang dikenalnya sangat baik sehingga tertarik untuk mendalami agama tersebut,” beber Erna.

Erna berharap setiap seseorang yang sudah pindah agama diharapkan dapat konsinten dan tulus dalam menjalankan ibadah agama barunya

“Jika seseorang pindah agama seringkali akan di lihat lingkungan sekitarnya nanti apakah dia memang tulus dalam ibadahnya ataukah hanya karena dipengaruhi hal-hal tertentu. Seringkali penonton tertarik dengan figur publik yang pindah agama karena mau tau apakah figur itu pindah agama karena memang mau pindah ataukah karena ada kepentingan pribadi yang akan di untungka. Saya harapkan seseorang harus konsinten dan tulus dalam keputusan ini dan menjalankan dengan baik ibadah di agama barunya,” pungkas Erna.

Semoga Deddy Corbuzier istiqomah. “Sekarang saya merasa plong,” kata Deddy.

Alhamdulillah.@

 

 

31 total views, 2 views today

LEAVE A REPLY