MLIFE.ID — Gelandang Manchester United dan Timnas Prancis, Paul Pogba, menunaikan ibadah umroh di bulan Ramadhan 1440 H. Ini ritual umroh keduanya setelah sebelumnya ia pernah melakukannya sebelum gelaran Piala Dunia 2018 dimulai.

Dalam akun media sosial miliknya yang diposting pada 16 Mei 2019, Pogba mengunggah sebuah foto yang menunjukkan keberadaannya di Mekkah, Arab Saudi.

Untuk umroh tahun ini, pemain berusia 26 tahun itu mengajak bek Everton, Kurt Zouma. “Tidak pernah melupakan hal-hal penting dalam hidup,” tulis Pogba dalam akun Instagram pribadinya. Pogba dan Zouma yang memakai baju gamis, berswafoto dengan latar belakang Ka’bah.

Kala umroh pertama 2018, Pogba mengunggah lebih banyak video dan foto dalam akun medsosnya ketimbang tahun ini. Ia pun mengungkapkan perasaan terdalamnya tentang suasana Masjidil Haram dan Ka’bahnya.

Dalam unggahan videonya dengan latar belakang Ka’bah, Pogba tampak terharu saat mendeskripsikan suasana yang ia alami di tempat tersebut. “Hanya orang yang pernah ke sini yang tahu, jadi saya harap orang yang belum pernah ke sini, bisa ke sini suatu saat nanti.”

“Indah, tempat yang sangat indah. Perasaan yang saya alami sulit digambarkan kepada kalian. Insya Allah kalian akan datang ke sini suatu hari nanti,” kata Pogba.

Salah satu pemain termahal di dunia itu menyebut Masjidil Haram dan Ka’bahnya serta suasana ritual umrohnya sebagai ‘pemandangan terindah sepanjang hidupnya’.

Nama lengkapnya Paul Labilé Pogba. Lahir di Lagny-sur-Marne, Prancis, 15 Maret 1993, Pogba kemudian menjadi pesepakbola profesional Prancis yang bermain untuk klub Liga Utama Inggris, Manchester United dan tim nasional Prancis. Ia berposisi sebagai gelandang tengah yang mampu menyerang dan bertahan dengan sama baiknya.

Pogba adalah pemain yang kuat, terampil, dan kreatif. Ketika bermain di Juventus ia mendapatkan julukan Il Polpo Paul (Paul si Gurita) karena kakinya yang panjang dan terlihat seperti tentakel ketika melakukan tackle ataupun saat berlari.

Selama berkarier di Italia, Pogba menjadi salah satu pemain muda paling menjanjikan di dunia, dan menerima penghargaan Golden Boy pada 2013 dan Penghargaan Bravo pada 2014.

Pada 2016, Pogba masuk ke dalam UEFA Team of the Year 2015, serta FIFA FIFPro World XI 2015, setelah membantu Juventus mencapai Final Liga Champions UEFA 2015 untuk pertama kalinya setelah 12 tahun sebelumnya.

Setelah penampilannya yang baik bersama Juventus, dia kembali ke Manchester United pada 2016 dengan rekor biaya transfer tertinggi pada saat itu. Manchester United memboyong Pogba dari Juventus dengan nilai transfer 89 juta poundsterling, angka tersebut setara dengan Rp 1,5 triliun. Pogba mengalahkan rekor pemain termahal sebelumnya yang dipunyai Gareth Bale.

Pogba telah mewakili negaranya pada semua tingkatan umur tim nasional. Bersama tim nasional U-16, dia menjadi kapten Prancis dalam kemenangan di Piala Aegea dan Tournoi du Val-de-Marne. Pada level tim nasional U-17 ia bermain pada Kejuaraan Sepak Bola U-17 Eropa UEFA 2010.

Dia melakukan debut untuk tim nasional senior Prancis pada 22 Maret 2013 dalam kemenangan 3–1 melawan Georgia. Dia kemudian tampil dengan baik di Piala Dunia FIFA 2014 dan memenangkan Penghargaan Pemain Muda Terbaik.

Dia kemudian mewakili negaranya pada Piala Eropa 2016 saat Prancis bertindak sebagai tuan rumah penyelenggara dan menjadi juara kedua, sebelum memenangkan Piala Dunia FIFA 2018 setelah mencetak gol dalam pertandingan final. Prancis menjadi juara Piala Dunia 2018 setelah mengalahkan Kroaisa di final dengan skor akhir 4–2.

Piala Dunia 2018: Bersama ibu dan sudaranya

Paul Pogba, adalah seorang penganut Islam. Ia menjadi mualaf pada usia 20-an.

Pemain yang sedang diincar Real Madrid itu menjelaskan pandangannya terhadap Islam saat diwawancarai oleh The Times’ new Life Times podcast seperti dilansir dari laman portal berita olahraga Daily Mail.

“Islam adalah segalanya bagi saya. Agama tersebut membuat saya menjadi pribadi yang selalu bersyukur atas semua yang telah saya dapatkan di kehidupan ini,” ujar Pogba.

“Ini adalah perubahan yang sangat baik dalam hidup saya. Karena, saya terlahir bukan sebagai seorang muslim walau ibu saya beragama Islam,” lanjutnya.

Ketika ditanya mengenai apa alasan baginya untuk menjadi seorang muslim di usia 20-an, Pogba berkata bahwa Islam memberinya ketenangan hati.

“Jadi, saya memutuskan untuk menjadi seorang muslim karena saya memiliki banyak teman muslim. Akhirnya, saya mencoba shalat satu kali bersama teman-teman. Ternyata, hati saya merasa lebih tenang,” ucap salah satu pemain termahal Liga Inggris itu.

Ia melanjutkan, “Sejak saat itu, saya jadi selalu melaksanakan salat. Dalam Islam, Anda wajib salat lima kali sehari. Itu adalah pondasi dasar Islam. Tujuannya agar Anda bisa selalu mengingat Allah, memohon ampun kepada-Nya, bersyukur atas semua yang Anda miliki, dan lain-lain.”

Pogba mengatakan, Islam adalah agama yang membuka pikiran dan pribadinya menjadi lebih baik. “Setidaknya, sekarang saya menjadi seseorang yang lebih memikirkan tentang kehidupan setelah mati (akhirat),” kata dia.

Di mata Pogba, semua orang bisa terhubung dengan Islam. Pogba termasuk salah satu muslim yang taat. Sebelum memulai pertandingan ia kerap menadahkan tangannya untuk berdoa.

“Gambaran Islam tidak seperti yang orang-orang lihat, terorisme. Apa yang kita dengar di media berbeda dengan yang sebenarnya. Islam itu indah,” kata Pogba.

Pogba merupakan pribadi yang bersih dan jauh dari pengaruh minuman keras atau obat terlarang. Meskipun obat-obatan terlarang tersebar di dekat rumah mereka di Roissy en Brie, Prancis. (ya)

34 total views, 2 views today

LEAVE A REPLY