Zendi, developer properti syariah saat Seminar Online Webinar.

Oleh: Joko Intarto

Pak Muhammad Shokeh punya tanah di Jagakarsa, Jakarta Selatan. Luasnya kurang lebih 3.000 meter persegi. Sudah lama tanah itu dibeli. Tapi rencana pembangunan perumahan kecil di atas tanah itu tertunda-tunda terus. ‘’Modalnya belum cukup,’’ kata pemilik lembaga pendidikan konsultan teknik sipil itu, dalam webinar, Sabtu 1 Juni lalu.

Pak Zendy CEO Abar Global, pengembang property dengan modal syariah, punya usul. ‘’Modal untuk membangun property di atas tanah itu bisa menggunakan skema modal crowdfunding syariah. Misalnya, skema Ethis Crowdfunding,’’ katanya dalam diskusi itu.

Ethis Crowdfunding adalah sebuah platform permodalan syariah dengan konsep patungan yang sudah terkenal di dunia. Ethis Crowdfunding sudah mendanai ribuan proyek property di seluruh dunia. Beberapa di antaranya di Indonesia.

Selain Ethis Crowdfunding, ada juga platform lain yang serupa. Namanya BisnisBareng. Platform ini dikembangkan para IT developer dari Semarang. Salah satunya, Anton Wahyudi, lulusan Universitas Dian Nuswantoro. ‘’Saya bisa membuatkan konsep bisnis property menggunakan platform BisnisBareng di atas lahan Pak Shokeh,’’ kata Pak Zendy.

Crowdfunding syariah, kata Pak Guntur Subagja yang juga menjadi pembicara dalam seminar online itu, punya prospek yang bagus di masa depan. Prospek itu bisa dibaca dari tren meningkatnya gaya hidup syariah di kalangan pengusaha dan konsumen dalam negeri dalam 20 tahun terakhir ini. ‘’Saya mendukung penggunaan platform BisnisBareng untuk membangun lahan Pak Shokeh,’’ kata CEO TREN Property itu.

Apapun bisnis Anda, pasti butuh modal. Ada modal berupa uang. Ada modal yang bukan uang. Nah, sekarang kita bahas modal yang berwujud uang. Bila tidak punya cukup modal, Anda bisa mengajak beberapa orang untuk patungan modal kerja. Begitulah model pendanaan usaha yang disebut crowdfunding.

Dalam sistem crowdfunding, pemodal dihadapkan pada persoalan klasik: rasa kurang percaya atas laporan keuangan yang dibuat pengelola usaha. Jangan-jangan laporannya disolet. Jangan-jangan laporannya disulap.

Teknologi informasi hadir membawa solusi. Dibuatlah software crowdfunding yang mendokumentasikan seluruh transaksi keuangan usaha secara realtime, memproses data-datanya menjadi laporan keuangan yang realtime dan menyimpannya di server secara realtime. Pemodal juga akan menerima bagi hasil keuntungan usaha secara realtime.

Ada dua model crowdfunding yang berkembang saat ini: konvensional dan syariah. Nah, Sekolah Wira dan Lazismu KL Manggarai, Jakarta Selatan, mengundang Anda untuk ikut seminar online khusus membahas crowdfunding syariah. Proyek property Jagakarsa akan menjadi model yang dibahas dalam webinar ini.

Webinar akan diselenggarakan pada hari Sabtu bulan Juli 2019. Tanggalnya masih tentative. Bisa pekan pertama atau kedua. Yang berminat silakan daftar dulu. Bergabunglah ke grup whatsapp khusus crowdfunding melalui link:

https://chat.whatsapp.com/L3ozFMekj4n7c3ClXuUbLu

* Penulis praktisi media & webinar, owner Sekolah Bisnis Wira.

60 total views, 3 views today

LEAVE A REPLY