MLIFE.ID — Pesona bawah laut nan mempesona telah memikat Emir Qatar, Syekh Tamim bin Hamad Al-Tsani, dan rombongan berlibur di Maumere, ibu kota Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), usai Idul Fitri 1440 H lalu. Mereka menyatakan belum pernah menemukan keindahan alam bawah laut seperti di Maumere di belahan bumi manapun yang mereka kunjungi sebelum-sebelumnya.

Syekh Tamim berserta rombongannya mengaku puas dan mereka berjanji akan kembali mengunjungi daerah itu. Informasi tersebut diperoleh Suara Pembaruan yang menghubungi Kabag Humas Setda Sikka, Event Edomeko via telepon, Sabtu (8/6/2019) malam.

“Kunjungan Emir Qatar selama 24 jam itu memberi dampak yang sangat berarti terhadap pariwisata kita di NTT. Walaupun kunjungan itu sebagai wisatawan dan dilarang untuk diketahui wartawan, tetap terpantau oleh media,” katanya.

Menurut Event, Syekh Tamim bin Hamad al-Tsani dan rombongan berwisata ke Maumere setelah mendapat informasi tentang keindahan alamnya melalui atlet balap sepeda Tour de Flores.

Balap sepeda jalan raya Tour de Flores (TdF) melintasi ruas jalanan Pulau Flores kembali digelar setiap tahun sejak 2016. Pesertanya datang dari berbagai negara, termasuk atlet-atlet Qatar.

Ke depan, Event berharap Pemprov NTT memperbanyak kegiatan yang melibatkan peserta dari berbagai negara, serta terus membangun sarana dan prasarana wisata untuk menarik lebih banyak lagi wisatawan asing.

Emir Qatar sudah berada di Maumere sejak Jumat (7/6/2019) bersama rombongan dengan dua jet pribadi dan sebuah yacht (kapal pesiar pribadi) yang sudah tiba terlebih dahulu di Teluk Maumere pada Kamis (6/6/2019) lalu.

Rombongan menikmati wisata bawah laut dengan pengamanan tertutup. “Kedatangan rombongan dari Qatar telah disampaikan oleh Humas Kementerian Luar Negeri dan meminta agar tidak disampaikan kepada media dan tidak dijemput oleh Pemkab Sikka, serta dilakukan pengamanan tertutup. Rombongan telah menyiapkan keamanan sendiri,” jelas Event.

Ikut bersama rombongan Sultan Ghanim S. Alhodaifi Al-Kuwari, Abdulla Mohammed M.S AL-Khulaifi, Abdulhadi Awajan H.F Al-Hajri, Abdulhadi Khalil M.A. Al-Hajri, Ali Hamad S.A,Al-Hajri, Jaralla Mihd TB Al-Nabet, Khalifa FA Kayed M.A Al-Muhannadi, Mansour Faleh F SH Al-Hajri, Abdulla Mohammed SL Al-Khayarin, Aboobacker Siddique Pookkayil, Gocha Jibuti, Abdulla Jaber A A Al-Sulati, Mohammad Noor Abdulghafor dan Edward Estores.

“Kami sampaikan selamat datang ke Maumere. Kunjungan ini dapat mendongkrak kunjungan wisatawan ke daerah kita, mengingat beliau adalah putra raja Qatar,” kata Karo Humas Setda NTT Marius Ardu Jelamu kepada Antara di Kupang, Sabtu (8/6/2019).

Mantan Kadis Pariwisata NTT itu menambahkan, bahwa dirinya sendiri tak mengetahui secara pasti berapa lama Emir Qatar akan berada di Maumere. “Namun yang pasti NTT akan semakin dikenal. Selain itu juga banyak yang akan bertanya-tanya mengapa putra Raja Qatar itu mau mengunjungi NTT,” tutur dia.

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa dengan kedatangan Emir Qatar ke NTT Indonesia tentunya membuktikan bahwa Indonesia adalah negara bertoleransi yang sangat tinggi.

Pemerintah provinsipun berharap dengan kedatangan Emir Qatar ke NTT diharapkan akan lebih banyak investor asal Qatar yang berinvestasi di NTT mulai dari sektor pariwisata, darat dan udara. “Saya rasa akan banyak sekali dampak positif bagi NTT, khususnya Maumere yang menjadi lokasi kunjungannya,” kata Marius.

Kian populer pasca gempa

Tidak banyak informasi terbuka mengenai kegiatan wisata Emir Qatar dan rombongan selama di Maumere. Hanya disebutkan mereka akan menikmati wisata bawah laut. Seperti apakah pesona wisata laut Maumere yang telah memikat salah satu orang terkaya di dunia itu?

Maumere adalah ibukota Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Ia merupakan kota pelabuhan sekaligus pintu masuk ke Pulau Flores. Pada 1998, Paus Yohanes Paulus II berkunjung ke kota ini.

Sejak tahun 70-an, Maumere sudah terkenal dengan wisata bawah lautnya.Ia lebih dahulu terkenal sebagai destinasi wisata daripada Labun Bajo dan Pulau Alor yang kini mendunia.

Di Teluk Maumere, terdapat kurang lebih 19 pulau yang bisa dinikmati untuk melihat terumbu karang, serta kehidupan biota lautnya. Kemurnian terumbu karang serta ikan hiasnya masih sangat terjaga sehingg menampilan pemandangn bwah laut luar biasa indah.

Wisatawan bisa menelusuri terumbu karang berwarna-warni yang masih sangat sehat dan ikan hias serta berenang berenang bersama ikan-ikan laut lainnya seperti ikan pari, ikan duyung, bahkan jika beruntung bisa bertemu dengan ikan paus.

Dalam buku Sikka Underwater (2018) yang yang ditulis fotografer underwater kawakan, Muljadi Pinneng Sulungbudi, bersama beberapa fotografer dan pegiat wisata, alam bawah laut Sikka digambarkan seperti ruang tersembunyi yang didesain apik oleh seorang arsitek anonim. Sejauh pengamatan, ikan-ikan menari dan dekorasi terumbu warna-warni menjadi menu utama yang disuguhkan di perairan sisi utara Flores ini. Keragaman biota lautnya bak parade festival yang tak habis-habis.

Dalam rekaman karyanya, Pinneng menjabarkan puluhan spot penyelaman baru yang ia temukan selama menjelajahi perairan Sikka, dalam beberapa bulan terakhir. Ada kira-kira 20 titik penyelaman yang berhasil didapatkan. “Semuanya bagus dan biotanya sehat,” tutur Pinneng seperti dikutip laman tempo.co.

Dari 20-an titik tersebut, beberapa di antaranya ditandai memiliki keunikan. Misalnya spot untuk muck diving, yakni di spot yang dinamakan Old Ankermi Muck. Ada pula spot untuk berjumpa dengan hiu, yakni di Shark Point. Lokasinya tak jauh dari daratan Maumere. Selain itu, tersedia beberapa titik yang bisa dimanfaatkan untuk night diving atau menyelam pada malam hari.

Selain punya puluhan spot penyelaman, Sikka unggul dari sisi aksesibilitas. Lokasinya mudah dijangkau, sehingga memungkinkan para penyelam yang cuma punya waktu 3-4 hari untuk menikmatinya. Selain itu, spot-spot penyelaman di perairan Sikka memang tak jauh letaknya dari daratan.

Sebetulnya, Sikka bukan nama baru di peta wisata Nusantara. Jauh sebelum dengung Labuan Bajo dan Alor populer di lini pariwisata, nama Sikka sempat mendunia lebih dulu. Tepatnya pada era 1970-an, Sikka dikenal sebagai primadona bagi para penyelam. Nama Teluk Maumere acap terdengar sebagai rekomendasi tempat penyelaman terbaik, bahkan di level dunia.

Namun, tsunami besar yang melanda Flores bagian timur Desember 1992 akibat gempa tektonik telah mengubah kondisi. Pasca-bencana, biota laut perairan Sikka rusak. Nama daerah yang terkenal sebagai surga bahari ini lantas menghilang. Gaungnya tak terdengar lagi di kalangan penyelam, baik dalam negeri maupun internasional.

Sejak saat itu, pemerintah daerah yang didukung berbagai pihak, seperti Coremap, AUSAID, LIPI, serta Kementerian Kelautan dan Perikanan, terus-menerus melakukan perwatan terhadap terumbu karang, baik dengan penanaman ulang, pendidikan bagi masyarakat pesisir untuk ikut merawat dan menjaganya, termasuk tidak melakukan kegiatan yang merusak terumbu karang dan biota laut lainnya, hingga upaya pembuatan zona konservasi.

Kini, kondisi bawah laut perairan di wilayah tersebut telah mengalami recovery. Lebih dari 20 tahun berlalu, pariwisata laut Sikka kembali siap menyandang status surga bahari. Bahkan, jauh lebih siap dibandingkan era 1970-an lalu.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sikka Kensius Didimus mengatakan kesiapan daerahnya menjadi lokasi spot penyelaman internasional telah didukung oleh perkembangan penyediaan infrastruktur. Misalnya akses jalan antar-kota yang mumpuni dan bandara dengan penerbangan yang beragam.

Untuk menuju Maumere, Ibu Kota Kabupaten Sikka—tempat menuju titik penyelaman—bisa dijangkau melalui akses udara dan laut. Melalui udara, dari Jakarta, pelancong bisa memilih penerbangan ke Denpasar, Surabaya, atau Kupang. Lalu, dilanjutkan dengan penerbangan memakai pesawat jenis ATR ke Bandara Frans Seda, Maumere. Ada empat maskapai yang menyediakan penerbangan ke Maumere. Di antaranya Wings Air, Trans Nusa, Garuda Indonesia, dan Nam Air.

Dari bandara, tersedia beragam variasi angkutan menuju pesisir. Bisa memanfaatkan taksi, ojek, mobil carter, atau angkutan umum. Jarak dari bandara menuju pesisir 8-12 kilometer. Tergantung pantai yang dituju. Dari pantai, pelancong bisa langsung baik speed boat dengan waktu tempuh 15-20 menit ke lokasi penyelaman.

Sementara itu, bila lewat jalur laut, pelancong bisa menunggang kapal PELNI dan dapat langsung menuju pelabuhan besar di Maumere. “Dari sana, tak jauh menuju pantai. Bisa naik ojek,” tutur Kensius.

Keindahan dan popularitas taman laut Teluk Maumere telah banyak mendapat pengakuan. Salah satunya adalah

terpilih sebagai juara I kategori “Tempat Menyelam Terpopuler” (“The Most Popular Diving Spot”) dalam Anugerah Pesona Indonesia (API) 2017.

Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera mengatakan penghargaan itu memberi motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Sikka untuk melengkapi objek wisataTeluk Maumere dengan sarana dan prasarana serta berbagai fasilitas pariwisata.

Jadi tak mengherankan andai keluarga kerajaan Qatar memilih Teluk Maumere sebagai destinasi wisata liburan Idul Fitrinya. Bangga Indonesia @

 

352 total views, 3 views today

LEAVE A REPLY