Taybeh Beer. Foto:beerbellila.com

MLIFE.ID – Bir halal? Pertanyaan itu muncul dalam benak masyarakat muslim. kSepengetahuan umum, bir adalah minuman beralkohol, dan aklohol diharamkan. Tapi, rupanya di Palestina ada pabrik bir terkenal yang memproduksi bir halal, bir tanpa alkohol. Namanya, Taybeh Beer.

Kehadirannya pada 1994 memang sempat mengundang kotroversi. Apalagi pabrik Taybeh Brewing Company, yang memproduksi bir tersebut, berada di kawasan Palestina, Tepi Barat, sekitar 35 kilometer dari Jerusalem di Ramalah.

Adalah Nadim Khouri dan adiknya David Khoury yang memproduksi bir tersebut. Mereka sebenarnya warga Palestina yang tumbuh besar di Brookline, Amerika Serikat. Mereka belajar di Hellenic College. Nadim tertarik untuk membuat bir. Ia pun belajar dan menimba  ilmu di bidang brewing di UC Davis di California. Ia lulus degan gelar master.

Seiring ditandatanganinya perdamaian Palestina – Israel 1993, dengan disepakatinya Perjanjian Oslo, keluarga Khoury ini memilih kembali ke Palestina. Ia menjual rumahnya di Brookline dan menjadikannya sebagai modal untuk mendirikan pabrik minuman bir dan minuman anggur.

Foto: Al-Jazeera.com

Produksi pertama bir Taybeh adalah pada 1994. Bir dalam kemasan kaleng itu dijual di pasaran. Kehadiran usaha bir ini mendapat dukungan pemimpin Palestina saat itu, Yaseer Arafat. Apalagi kehadirannya diimpikan sebagai salah satu untuk membangun kemandirian ekonomi dalam kedaulatan negara Palestina.

Taybeh beer berkembang pesat. Bukan hanya bagi pasar Palestina tapi juga pasar Yahudi, dan negara-negara Barat. Khusus pasar muslim di Palestina, Taybeh  Beer tidak mengandung alkohol. Tapi, untuk memenuhi kebutuhan pasar Yahudi, Taybeh Beer juga memproduksi bir dengan persyaratan sesuai dengan kepercayaan Yahudi, yaitu “kosher”.  Semacam bagi umat muslim makanan dan minuman harus “halal”.

Sementara di negara-negara Barat, Taybeh Beer tetap memproduksi bir dengan kadar alkohol 3,5 % – 6 %. Selain bir. Taybeh Brewing Company juga memproduksi minuman anggur. Taybeh Beer juga masuk pasar Amerika Serikat mulai tahun 2017. Memang sempat terhambat untuk masuk pasar USA tersebut awalnya. Salah satunya karena label produksi yang menyebutkan “diproduksi di Palestina”. Namun kemudian untuk pasar AS, pabrik Taybeh Brewing Company menuliskan “diproduksi di Tepi barat”, lolos lah masuk pasar negeri adikuasa tersebut. (red)

 

330 total views, 3 views today

LEAVE A REPLY