MLIFE.ID – Rutinitas yang monoton menjadi salah satu kendala yang dapat menyebabkan stress dan depresi. Tidak hanya waktu yang dikeluarkan dengan extra tetapi juga pikiran yang di-push terus menerus untuk mengerjakan aktivitas rutin manusia, workaholic.

Kesibukan sepanjang hari yang tidak diimbangi dengan waktu menyendiri berakibat pada gaduhnya sistem di jiwa kita. Baiknya  hidup seimbang dengan memberikan hak bagi tubuh kita adalah hal wajib yang perlu dikerjakan, me time.

Islam telah memberikan arahan untuk memberikan hak pada diri kita. Waktu menyendiri atau ‘Me Time’ adalah salah satu hal penting yang harus diluangkan untuk kesehatan jiwa.

 

“Nothing benefits the heart more than a spiritual retreat wherein it enters the domain of meditation”

(maydan fikra)

Waktu menyendiri ini di dalam Islam dikenal sebagai uzlah. Pada bahasan Al-Hikam : 12 karya  Ibn Athaila, uzlah merupakan cara terbaik seseorang untuk membersihkan hati dari segala kelalaian dan waktu yang efektif untuk mendekatnya diri kepada Sang Pencipta.

Di dalam waktu menyendiri itu, ada banyak manfaat  yang berisi perenungan diri terhadap hakikat dan komunikasi interpersonal kita atas hal mendasar kebutuhan diri dan jiwa kita serta tafakur, proses kontemplasi secara mendalam.

Dalam sebuah khabar disebutkan “tafakur sesaat lebih baik daripada ibadah 70 tahun”.  Menyendiri dan merenung dapat menjadi obat penatnya diri kita. Di waktu tersebut muncul komunikasi intens antara diri dan hakikat sesuatu di dalam diri, hati kita. Ini menjadi hal penting karena kita belajar memusatkan diri dan bertanya untuk sesuatu yang benar – benar kita inginkan dan apa yang sebenarnya kita butuhkan.

 

“We can not not communicate”

Kita tidak bisa tidak berkomunikasi

(Wazlawick, Beavin dan Jackson)

 

 

Penulis: Meilia Irawan

Sumber: Berbagai sumber

 

 

1,585 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY