IMG_2175[1]

MLIFE.ID – Komitmen Bank Indonesia untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah tampaknya tidak pernah luntur. Meski fungi pengawasan bank kini sudah beralih ke Otoritas Jasa Keuangan, BI tetap konsens untuk memperbesar ekonomi dan keuangan syariah. Salah satunya adalah dengan mendirikan departemen khusus yang membidangi ekonomi syariah.

Dalam silaturahmi Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI dengan Pusat Komunikasi Ekonomi Syariah (PKES), di Gedung Bank Indonesia, Rabu (29/6’2016), Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI, M Anwar Bashori, menyampaikan lembaga yang baru dibentuk sekitar sebulan lalu itu telah menyusun strategi pengembangan ekonomi syariah ke depan. Road Map yang disusun itu menargetkan pada 2024 nanti Indonesia menjadi kiblat ekonomi syariah regional.

Strateginya disusun dalam tiga tahap.Pertama, periode 2015-2018 menyusun blue print, strategi, dan pengembangan. Pada periode ini akan menempatkan ekonomi syariah dalam kerangka kebijakan utama Bank Indonesia dan kebijakan perekonomian nasional.

SilaturahmiBI dengan PKES di Gedung Bank Indonesia, Eabu 29/6/2016.
SilaturahmiBI dengan PKES di Gedung Bank Indonesia, Eabu 29/6/2016.

Kedua, periode 2019-2021, penguatan dan pengembagan modul ekonomi dan keuangan syariah (human capital development); meningkatkan volume, instrumen, frekuensi, dan investor di pasar keuangan syariah dan berkembangnya instrumen sukuk di pasar uang syariah sekunder; penguatan implementasi model bisnis “islamic social finance”. Mencapai pertumbuhan ekonomi dan keuangans yariah 30-40 persen rata-rata per tahun.

Ketiga, periode 2022-2014, implementasi modul ekonomi dan keuangan syariah secara nasional dan referensi regional; pelaksanaan model bisnis “islamic social finance” yang inklusif di Indonesia menjadi role model di regional; pasar keuangan syariah Indonesia terakselerasi oleh kegiatan ekonomi syariah dan mampu mendukung pembiayaan pembangunan. Dan, juga indeks sektor riil ekonomi syariah digunakan secara luas sebagai referensi imbal hasil bagi industri.

Selama ini, Bank Indonesia menjadi lembaga negara yang memelopori dan berperan aktif dalam pengembangan ekonomi syariah. Dimulai dari pengembangan perbankan yang kini sudah memiliki market share sekitar 5 persen, kini BI berorientasi lebih makro mengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Bukan hanya perbankan yang didorong berkembang, tapi juga sektor keuangan lainnya serta sektor riil.

Ketua Umum PKES Halim Alamsyah, menyambut baik komitmen Bank Indonesia. Halim menyampaikan selama ini BI menjadi motor untuk mensosialisasikan dan mengkomunikasikan keuangan syariah kepada masyarakat luas. Bahkan PKES dipelopori oleh Bank Indonesia sebagai sarana komunikasi ekonomi syariah. “Ekonomi syariah diawali dari sisi keuangan dan sekarang berkembang,”ungkap Halim Alamsyah yang mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia dan kini menjabat sebagai Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Untuk akselerasi ekonomi syariah, Halim mengungkapkan kini perlu mengubah strategi. Sehingga ekonomi syariah dapat berkembang lebih luas lagi. Selama ini, katanya, semua pihak yang mengembangkan ekonomi syariah betul-betul karena komitmen.

Hadir dalam silaturahmi BI dengan PKES para pimpinan perbankan syariah, asuransi syariah, pembiayaan syariah, penjaminan syariah, dan lembaga pemberdayaan masyarakat.

Direktur Utama BNI Syariah Imam Saptono memaparkan potensi ekonomi syariah yang cukup besar juga adalah dana wakaf. Bila wakaf ini berkembang, perbankan syariah dapat berperan banyak dalam pembiayaan yang kompetitif dan jangka panjang. (red)

Tim PKES foto bersama sehabis diskusi dengan Bank Indonesia.
Tim PKES foto bersama sehabis diskusi dengan Bank Indonesia.

505 total views, 2 views today

LEAVE A REPLY